Bingung Pilih Jurusan? Ini yang Bisa Kamu Lakukan
Setelah lulus SMA banyak yang berencana untuk menambah ilmu dengan melangkahkan kaki ke perguruan tinggi. Beberapa pasti sudah mantap dengan bidang yang akan digeluti di masa yang akan datang, sehingga tidak susah ketika akan memilih jurusan. Beberapa masih bimbang dan tidak tahu hendak memilih jurusan yang sekiranya cocok. Rasa takut tidak mampu menjalani kehidupan sebagai mahasiswa mungkin ada. Sering kalian mendengar saudara, kakak, adik dan teman-teman bilang begini “Aduh rasanya tidak sanggup deh di jurusan ini, pengen pindah jurusan saja” atau “kayakanya saya salah masuk jurusan”. Kadang hal sepeleh seperti itu membuat kamu ragu. Fakta yang lain kamu bahkan pernah mendengar seseorang yang kuliahnya harus berhenti di tengah jalan karena merasa tidak bisa.
Poin penting adalah berkuliah itu pasti ada bagian enak dan tidak enaknya. Sama seperti 12-14 tahun lalu, saat kamu mulai dikenalkan pada dunia sekolahan. Hanya saja memang dunia perkuliahan berbeda dan sedikit banyak melatih kamu untuk lebih tangguh. Bukan tanpa alasan, status kamu bukan lagi ‘siswa’ namun sudah menjadi ‘maha-siswa’. Kamu harus memahami kondisi ini bila pikiran kamu sedang labil dengan pusingnya memilih jurusan, bahwa semua jurusan pasti adah sedih dan senangnya tergantung bagaimana kamu menjalaninya. Tidak jarang juga ada yang sekadar ikut-ikutan saat memilih jurusan atau hanya menuruti keinginan orang tua, tapi hasilnya lama kelamaan bangga dan terus berpacu dalam jurusan tersebut.
Beberapa saran berikut mungkin bisa membantu kamu membuang jauh-jauh segala keraguan dan segera memutuskan jurusan yang akan kamu pilih nantinya
- Kenali kemampuanmu
Mengenali kemampuan yang ada pada diri sendiri akan sangat membantu. Kemampuan akademik dan non akademik bisa menjadi acuan. Nilai-nilai di laporan hasil belajar bisa kamu gunakan untuk menyeleksi calon jurusan yang akan kamu pilih. Kamu bisa mengukur kemampuan kamu yang paling baik dan paling buruk dalam bidang apa saja. Cara ini memang sederhana, tapi yakinlah ini akan sangat membantu. Prestasi non akademik kamu bisa menjadi fondasi kuat dalam memilih jurusan, siapa tahu saja kamu tertarik untuk mendalami bidang tersebut.
- Pahami dengan baik ‘ketertarikan’ itu
Coba kamu ingat dan selami diri kamu sendiri, bidang apa yang membuatmu tertarik dan ingin terus mempelajarinya. Mungkin saja bidang seni, otomotif, bisnis, politik, keagamaan, kesehatan dan sebagainya. Ketertarikan kamu pada bidang-bidang tertentu bisa memecahkan kegalauan kamu. Biasanya kalau berada di jurusan yang sesuai dengan minat, akan membuat kamu lebih nyaman.
- Peluang kerjanya
Tujuan kamu berkuliah adalah ingin segera memiliki pekerjaan setelah lulus nanti. Permasalahannya apakah jurusan tersebut masih memiliki peluang 3-5 tahun kedepan? Sedikit ada keraguan kalau sudah ditanya begini. Nah, tujuan jurusan atau bidang yang hendak kamu pilih bisa kamu dapatkan melaui riset kecil-kecilan. Kamu bisa menimbang-nimbang peluang kerja dimasa yang akan datang dominan di bidang apa saja. Kalau kamu memang memiliki pribadi yang senang berpetualang, tidak ada salahnya kamu mencari jurusan yang peluang kerjanya masih sangat dibutuhkan di daerah tertentu. Sekalian turut berpartisipasi dalam meningkatkan pemerataan pembangunan di Indonesia, kan?
- Mencoba jurusan ‘langka’
Orientasi kamu mungkin akan jadi PNS atau pegawai swasta. Biasanya ada beberapa formasi pekerjaan yang kosong alias tidak ada yang memiliki dasar ilmu tersebut. Alhasil, pekerjaan tersebut diisi oleh mereka yang memiliki dasar ilmu lain. Kalau begitu tidak ada salahnya memilih jurusan yang peminatnya masih sedikit. Kemungkinan besar kamu juga akan memiliki sedikit pesaing dalam menhadapi dunia kerja nanti.
