Keluarga Muslim Filsafat UGM Kembali Membedah Buku
Yogyakarta (18/2), Keluarga Muslim Filsafat Universitas Gadjah Mada (KMF UGM) kembali membedah bedah buku. Judul buku yang dibedah ialah “2024: Hijrah Untuk Negeri! Kehancuran atau Kebangkitan (?) Indonesia dalam Ayunan Peradaban” karya Aji Dedi Mulawarman, Dosen FEB UB, Founder Yayasan Rumah Peneleh serta Ketua Umum Forum Dosen Ekonomia & Bisnis Islam Indonesia. Peserta yang hadir dalam diskusi bedah buku ini dihadiri oleh 50 orang peserta, yang diselenggarakan di Auditorium Fakultas Filsafat UGM.
Dalam sambutannya Rully Yoga (Kadept. Jaringan Ukhuwah) KMF UGM mengucapkan terima kasih ke semua pihak yang telah menyukseskan keberlangsungan bedah buku ini. “Terkhusus kepada pihak Yayasan Rumah Peneleh (YRP) yang telah bersedia bekerjasama dalam mengadakan acara bedah buku tersebut. Harapan kami kerjasama antara pihak KMF dan YRP dapat berlangsung kembali di kemudian hari, tidak berhenti pada acara bedah buku ini saja” tutupnya.
Rully juga mengenalkan KMF UGM secara singkat. Baginya KMF adalah salah satu Lembag Dakwah Fakultas (LDF) yang berada di bawah naungan Fakultas Filsafat UGM yang memiliki ciri khas tersendiri. Ciri khas itu dapat terlihat dengan cara komunikasi para kader KMF yang tidak terlalu kaku dan statis terhadap pemahaman tentang Islam. Di KMF, membuka cakrawala baru para kader dalam memandang islam secara filosofis.
Pada kesempatan lain, Thio Dwi Prasetya juga memberikan sambutan dari pihak YRP selaku partnership pada bedah buku kemarin (18/2). “Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak KMF yang telah bersedia bekerjasama dengan kami dalam menyelenggarakan acara bedah buku ini. Perlu kami sampaikan bahwasanya Yayasan Rumah Peneleh (YRP) merupakan sebuah yayasan yang baru digagas pada 2014 silam oleh penulis (dalam hal ini Aji Dedi Mulawarman) yang terinspirasi dari seorang bapak bangsa yang peduli pada keadaan sosial ekonomi dan budaya bangsa Indonesia, bapak bangsa tersebut tak lain ialah HOS Tjokroaminoto. Kemudian, di rumah beliau di Jalan Peneleh merupakan bukti konkret dalam mencetak pemimpin-pemimpin bangsa, sebut saja Soekarno, Semaun, Muso dan lain sebagainya” tutupnya.
Thio juga mengapresiasi kepada peserta bedah buku yang telah menyempatkan hadir pada acara bedah buku tersebut. Kemudian dia juga mengatakan teman-teman aktivis YRP siap membantu dan menjalin kerjasama dengan teman-teman aktivis KMF UGM di kemudian hari.
Acara bedah buku ini diulas dan dibedah secara mendalam oleh Aji Dedi Mulawarman (penulis buku) dan Rizal Muntasyir (Dosen Filsafat UGM). Secara garis besar, buku ini telah melihat peradaban ummat di Indonesia pada tahun 2024 dengan menggunakan kacamata kritis materialisme dan positivisme Auguste Comte. Acara ini semakin menarik karena berlangsung secara dialogis interaksi antara penulis, pembedah dan peserta yang hadir. Peserta yang hadir pun memberikan tanggapan-tanggapannya, ada yang berupa pernyataan, pertanyaan serta kritik terhadap buku dan materi yang disampaikan oleh penulis dan pembedah.
