Inilah Surat Lamaran Kerja yang Disukai dan Tidak Disukai HRD

Saat membuat surat lamaran kerja jangan asal copy-paste saja, karena HRD sudah ahli untuk mengetahui mana surat lamaran kerja yang asli dan contekan. Itu pun berlaku untuk curriculum vitae (CV). Dengan begitu, Anda akan memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan panggilan dari perusahaan. Namun untuk memuat lamaran kerja yang asli alias tanpa mencontek bukanlah hal yang mudah. Anda harus tahu bagaimana cara membuatnya dan sejumlah tips agar lamaran kerja yang Anda kirimkan benar-benar bisa menarik pihak HRD. Terlebih lagi, tim HRD tidak hanya mengurusi surat lamaran kerja saja. Ada sejumlah pekerjaan yang harus diurusi oleh tim HRD, seperti gaji, absensi dan yang lainnya. Untuk itu, ketika menyeleksi lamaran kerja yang jumlahnya ratusan, HRD tidak memiliki waktu lama. Untuk itu, usahakan lamaran kerja yang Anda kirimkan bisa menarik perhatian HRD. Salah satunya adalah menjadikan surat lamaran kerja Anda seperti yang diinginkan dan disukai HRD, dengan mengikuti tips-tips di bawah ini.

Tidak Lebih dari Satu Halaman

Buatlah surat lamaran kerja tidak lebih dari satu halaman. Surat lamaran kerja merupakan surat pengantar lamaran kerja, untuk itu tidak perlu terlalu panjang. Satu halaman kerja A4, seharusnya cukup untuk membuat surat lamaran kerja.

Padat, Jelas, Baku dan Sopan

Padat di sini maksudnya surat lamaran kerja harus penuh arti tanpa ada basa-basi meskipun disusun secara singkat. Jelas dan baku harus digunakan saat menyusun kata surat lamaran kerja karena termasuk ke dalam surat formal. Ini pun akan menunjukkan keseriusan Anda dalam melamar. Tidak hanya itu, tetap jaga sopan santun dalam menyusun kata saat membuat surat lamaran kerja.

Tanpa Kesalahan

Biasanya para pelamar pemula banyak melakukan kesalahan dalam segi ejaan (typo). Cara menulisnya pun kadang tidak enak dibaca dan membingungkan HRD. Untuk menyadari kesalahan ini, lakukan hal lain setelah selesai membuat surat lamaran kerja, lalu periksa kembali surat lamaran kerja yang telah dibuat tadi, apakah masih terdapat kesalahan atau tidak.

Gunakan Kertas Khusus

Untuk menarik pihak HRD, tidak ada salahnya untuk tampil beda dengan memakai jenis kertas yang lebih tebal daripada biasanya, atau pun memakai warna lain selain warna putih. Namun usahakan dalam pemilihan warna, jangan yang terlalu mencolok.

Minta Tolong pada Orang Lain

Dengan meminta pertolongan orang lain untuk memeriksa kesalahan pada surat lamaran kerja yang Anda buat sangatlah disarankan. Karena orang umumnya akan lebih peka terhadap kesalahan orang lain dibandingkan kesalahan yang dibuat oleh dirinya sendiri.

Setelah mengetahui sejumlah tips yang bisa diterapkan agar surat lamaran kerja Anda disukai HRD, maka Anda pun harus tahu sejumlah hal yang membuat HRD akan menolak surat lamaran kerja. Mungkin, salah satu hal di bawah ini yang menyebabkan kenapa Anda tak kunjung mendapatkan panggilan kerja dari perusahaan yang Anda incar.

Surat Lamaran Kerja yang Tidak Disukai HRD

Tidak Sesuai dengan KBBI

Surat lamaran kerja bisa diibaratkan sebagai representasi rasa hormat para pencari kerja kepada pemberi kerja. Untuk itu, penggunaan bahasa yang baik sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sangat disarankan. Jika Anda membuat surat lamaran kerja tidak sesuai dengan KBBI, maka siap-siap saja menerima penolakan dari HRD.

Tidak Ada Sopan Santun

Anda harus menggunakan kalimat yang sopan saat membuat surat lamaran kerja. Hal ini karena, HRD pun tidak mau beresiko dengan meloloskan pelamar yang tidak memilih sopan santun. Untuk itu tidak ada salahnya agar lebih teliti dalam penggunaan kata-kata saat membuat surat lamaran kerja.

Tidak Memiliki Struktur

Jika Anda membuat surat lamaran kerja tanpa disesuaikan dengan struktur yang benar, maka surat lamaran kerja yang dibuat akan berantakan. Anda harus memiliki patokan agar surat lamaran kerja yang Anda buat benar-benar bisa menjadi pengantar sekaligus pembuka lamaran kerja Anda.

Komentar



error: Konten dilindungi!