Pemecahan Rekor MURI 1000 Wayang Krucil Dies Natalis 54 Universitas Brawijaya

Salah satu rangkaian acara Dies Natalis Universitas Brawijaya ke 54 yakni pemecahan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) melukis 1000 wayang krucil pada Sabtu (17/12). Antusiasme mahasiswa juga sangat tinggi, sekitar 1100 mahasiswa turut berpartisipasi dalam acara yang diselenggarakan di Gor Pertamina Universitas Brawijaya. Acara pemecahan rekor MURI melukis wayang krucil ini diresmikan dengan pemukulan gong oleh Rektor Universitas Brawijaya, Mohammad Bisri tepat pukul 09.00 WIB.

Sebanyak 1012 wayang krucil yang berhasil dilukis oleh mahasiswa ini berhasil mencatatkan rekor baru Universitas Brawijaya di Museum Rekor Indonesia yang diberikan oleh Sri Widayati selaku Manajer Eksekutif MURI. Hal ini menambah catatan rekor yang dibuat Universitas Brawijaya setelah sebelumnya berhasil memecahkan beberapa rekor MURI, salah satunya pada Dies Natalis 53 Universitas Brawijaya pada 2015 tahun lalu dengan kategori “Sajian Wedang Secang Andong Terbanyak”.

Pemecahan rekor MURI melukis 1000 wayang krucil ini bertujuan untuk melestarikan budaya lokal serta menjaga eksistensi wayang krucil sebagai salah satu warisan budaya Indonesia yang ada di Malang. Dalam hal ini Universitas Brawijaya berusaha mengajak mahasiswa untuk terus mencintai budaya Indonesia yang beragam salah satunya wayang krucil.

Dimitrie (20), salah satu peserta melukis wayang krucil mengatakan “acara ini bagus banget, apalagi saya yang asalnya dari Jakarta jadi tahu budaya lokal Malang ya wayang krucil ini, jadi nambah wawasan kan sama nambah pengalaman juga ngelukis wayang”.

Ditutup oleh pergelaran wayang krucil acara ini berlangsung sangat menarik dan berhasil menyedot perhatian, khususnya bagi mahasiswa Universitas Brawijaya.

Komentar



error: Konten dilindungi!