Makrab, Yakin Makin Akrab?
Makrab yang merupakan kepanjangan dari malam keakraban dewasa ini menjadi kegiatan tahunan yang wajib diikuti bagi mahasiswa baru di kampus. Dengan mengatasnamakan masa orientasi dan pengenalan, makrab diadakan dengan tujuan agar tercipta suasana kehidupan kampus khususnya di lingkungan jurusan yang saling mengenal dan memiliki sifat kekeluargaan baik antara senior dan junior, mahasiswa dan dosen, serta antarmahasiswa. Terlepas dari bagaimana pelaksanaannya, makrab diyakini dapat membuat seluruh penghuni di suatu jurusan akan semakin akrab.
Sumber gambar : http://fti.mercubuana-yogya.ac.id/berita-668-makrab-fti-2015-menjalin-silaturahmi-dengan-keluarga-fti.html
Setiap jurusan maupun setiap kampus pasti memiliki perbedaan dalam menyelenggarakan acara ini. Umumnya, makrab dirancang untuk memiliki acara puncak yang diadakan pada malam hari. Ada yang diselenggarakan di dalam kampus dan ada juga yang di luar kampus. Yang pasti, pesertanya adalah para mahasiswa baru dan dimotori oleh para seniornya. Mengenai agenda acara di dalamnya pun berbeda. Biasanya diisi dengan permainan-permainan atau pementasan seni yang dilakukan secara berkelompok. Inilah yang dapat menjadikan peserta saling mengenal karakter teman satu angkatannya.
Bagi sebagian mahasiswa, makrab tentu dapat dirasakan manfaatnya secara langsung. Mereka menjadi lebih mengenal teman sebaya juga para seniornya. Makrab dapat memberikan kenangan dan kesan tersendiri bagi peserta dan panitianya. Jadi menurut mereka, sah-sah saja jika makrab diselenggarakan selama acara tersebut tidak keluar dari jalur sebagaimana mestinya.
Namun, sebagian lainnya mengatakan hal sebaliknya. Makrab bukanlah suatu kewajiban mutlak bagi mahasiswa baru untuk mengikutinya. Makrab dapat dijadikan sarana bagi para senior untuk melakukan perpeloncoan kepada juniornya. Acara ini dinilai lebih eksklusif dan bahkan lemah pengawasan dari pihak kampus yang dapat menimbulkan tindakan kekerasan sehingga memicu para junior untuk melakukan hal yang sama ketika mereka menjadi senior. Ditambah lagi, mereka mengidentikan makrab dengan acara hura-hura yang isinya hanya mengikuti budaya barat.
Walaupun menimbulkan pro dan kontra, namun tetap saja penilaian terhadap makrab kembali pada individu kita masing-masing. Kita tentu memiliki pandangan yang berbeda. Alangkah baiknya kita memerhatikan dan mempertimbangkan kembali acara makrab yang akan dilakukan. Apakah akan banyak membawa dampak positif atau justru banyak membawa dampak negatif. Apakah hanya sebatas perayaan atau memang murni untuk tujuan untuk membuat makin akrab.
