Angkat Suara saat Pesta Demokrasi di Kampusmu

Pada tanggal 21 hingga 25 November lalu, telah diadakan pemilihan umum untuk menentukan ketua dan wakil ketua dari Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM Kema) Universitas Padjadjaran. Di Universitas Padjadjaran kegiatan ini lebih dikenal dengan Pemilihan Raya Mahasiswa (Prama). Di setiap universitas, pemilu juga kerap dilakukan, baik pemilihan ketua BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) di tingkat fakultas maupun tingkat universitas.

Dalam pemilihan umum di kampus, setiap mahasiswa memiliki hak yang sama untuk memilih. Kesempatan bersuara tak boleh disia-siakan dengan memilih jalan menjadi golongan putih yang tidak bertanggung jawab. Tidak mengenali latar belakang dan seluk beluk dari masing-masing kandidat bukanlah alasan yang bijak untuk tidak memilih.

Agar tidak golput dalam pemilu, berikut beberapa tips memilih ketika ada pemilu di kampus yang dapat sahabat iCampus terapkan.

  • Memilihlah dengan objektif

Bukan karena alasan satu fakultas atau satu jurusan maka sahabat memilih kandidat tertentu. Pilihlah secara objektif kandidat atau pasangan mana yang menurut sahabat lebih tepat untuk menjadi pemimpin mahasiswa di jurusan, fakultas, atau universitas. Jauhkan alasan akibat adanya kesamaan tertentu antara diri sendiri dengan kandidat yang tidak memiliki hubungan dengan tujuan pemilu.

  • Cari tau plus dan minus dari masing-masing kandidat

Kelebihan dan kekurangan dari setiap kandidat bukanlah dari persepsi atau pandangan diri sendiri. Bukan juga dari kabar burung yang dibawa oleh mereka yang tidak mengenal dekat setiap kandidat. Ikutilah acara debat khusus untuk seluruh kandidat di pemilu. Dengan demikian, sahabat dapat melihat dan menilai setiap kandidat dari setiap jawaban maupun sikapnya selama debat.

  • Hadirlah di kampanye mereka

Ketahui dengan pasti visi dan misi dari setiap kandidat. Pilihlah kandidat yang memiliki gambaran visi dan misi yang sejalan dengan sahabat. Hal ini juga dapat sahabat jadikan pegangan untuk menilai kinerja kandidat tersebut jika terpilih nantinya. Sahabat juga bisa mengirimkan kritikan dan saran membangun jika kepemimpinan yang dilakukan tidak lagi sesuai dengan tujuan awal.

  • Menentukan, bukan mengikuti

Pilihlah kandidat yang sahabat nilai adalah yang terbaik. Tentukan pilihan dengan hati bukan mengikuti apa yang kebanyakan orang lain pilih. Dari hal ini, sahabat juga mulai belajar untuk menetapkan keputusan sendiri dimulai dari hal-hal kecil.

  • Lakukan untuk perubahan

Memilihlah bukan hanya karena tidak ingin disebut golput. Memilihlah karena sahabat juga menginginkan adanya perubahan.

 

Setialah pada perkara kecil, maka perkara besar akan dipercayakan kepadamu.

Komentar



error: Konten dilindungi!